Tata Cara Shalat dan Berdoa di Raudhah

Ditulis Tim Raudhahku · 16 September 2026

Banyak jamaah bercerita kepada kami tentang satu penyesalan yang mirip. Mereka sampai di dalam area itu, hati bergetar, mata berkaca-kaca, lalu tiba-tiba pikirannya kosong. Beberapa menit berlalu, petugas mengarahkan agar bergerak, dan mereka keluar tanpa sempat mengucapkan apa-apa yang sungguh-sungguh diinginkan.

Tulisan ini disusun supaya hal itu tidak terjadi pada Bapak dan Ibu. Isinya bimbingan umum: bagaimana bersikap, bukan lafaz apa yang harus diucapkan.

Mengapa kami tidak menuliskan lafaz doa tertentu

Di banyak tempat beredar susunan doa yang katanya khusus untuk dibaca di Raudhah. Sebagiannya indah, tetapi tidak dapat kami telusuri sumbernya. Karena situs ini berpegang pada satu aturan sederhana — tidak menuliskan doa atau keutamaan yang tidak dapat kami sebutkan asalnya — maka kami tidak akan mencantumkannya.

Kabar baiknya, ketiadaan lafaz baku bukan halangan sama sekali. Doa adalah percakapan hati dengan Allah, dan bahasa ibu yang Bapak dan Ibu pakai sehari-hari tetap sampai. Bila menginginkan susunan doa yang lebih rinci beserta dalilnya, tempat bertanya yang tepat adalah pembimbing ibadah rombongan atau ustaz yang Bapak dan Ibu kenal secara langsung, bukan tangkapan layar yang beredar di grup percakapan.

Landasan keutamaan tempat ini adalah sabda Rasulullah ﷺ yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim tentang taman di antara taman-taman surga. Teks dan pembahasannya kami letakkan pada tulisan mengenai hadits yang menjadi sandaran keutamaan Raudhah.

Menyiapkan diri sebelum masuk

Datang dalam keadaan suci dan rapi

Pastikan wudhu sudah terjaga sebelum mendekat ke area masuk. Antrean dan pengaturan giliran membuat kesempatan berwudhu ulang menjadi sulit, sementara kehilangan wudhu tepat sebelum giliran tiba adalah kekecewaan yang tidak perlu. Berpakaianlah dengan rapi dan sopan sebagaimana layaknya seseorang yang hendak menghadap.

Bawa barang seringan mungkin

Semakin sedikit yang dipegang, semakin tenang langkah Bapak dan Ibu. Tas besar, kantong belanja, dan barang yang mudah tertinggal hanya akan memecah perhatian pada saat yang justru ingin dipenuhi kekhusyukan.

Siapkan kode QR lebih awal

Bukti izin berupa kode QR di dalam aplikasi Nusuk, dan petugas akan memindainya di pintu. Membukanya lebih dahulu, memastikan baterai ponsel cukup, dan mengetahui letak menunya akan menghemat waktu sekaligus menghindarkan kepanikan. Ingat pula bahwa izin bersifat pribadi, terikat identitas pemegangnya, dan hanya berlaku untuk satu janji temu.

Susun tiga permohonan utama

Ini saran yang paling sering kami titipkan. Tuliskan atau hafalkan tiga hal yang paling ingin Bapak dan Ibu mohonkan. Ketika waktu terasa sempit dan suasana ramai, tiga butir yang sudah tertanam di kepala akan jauh lebih mudah diucapkan daripada daftar panjang yang belum pernah dipikirkan.

Ketika sudah berada di dalam

Ada tiga hal yang umumnya dilakukan jamaah, dan ketiganya saling melengkapi.

Menunaikan shalat sunnah bila keadaan memungkinkan

Banyak jamaah berniat menunaikan shalat sunnah begitu memperoleh tempat. Bila ruang dan giliran memungkinkan, kerjakanlah dengan tenang dan tidak tergesa. Bila ternyata tidak memungkinkan — karena penuh, atau karena petugas mengarahkan untuk terus bergerak — tidak perlu memaksakan diri sampai mengganggu jamaah lain. Niat baik yang terhalang keadaan tidak hilang nilainya.

Berdoa dengan tenang

Berdoalah dengan suara lirih. Suara yang keras akan mengganggu orang di sebelah yang sedang shalat, dan pada saat yang sama tidak menambah apa pun bagi doa Bapak dan Ibu sendiri. Ingat tiga permohonan yang sudah disiapkan tadi, lalu sampaikan tanpa buru-buru.

Menerima pengaturan giliran

Waktu berada di dalam sangat terbatas. Petugas mengatur giliran agar seluruh pemegang izin kebagian, dan arahan mereka bukan penolakan terhadap ibadah siapa pun. Ketika diminta bergeser atau melanjutkan langkah, ikutilah dengan lapang dada. Sikap itu sendiri adalah bagian dari ibadah, dan mungkin justru bagian yang paling berat sekaligus paling bernilai.

Ingin membicarakannya lebih dahulu?

Bila ada bagian yang masih mengganjal — misalnya bagaimana mengatur rombongan keluarga, atau bagaimana bila ada anggota yang sudah sepuh — silakan sampaikan kepada kami. Bertanya tidak dipungut biaya dan tidak ada kewajiban melanjutkan.

Tanya Dulu via WhatsApp

Hal yang sebaiknya dihindari

  • Memotret dan merekam. Di dalam area berlaku larangan memotret dan merekam yang ditegakkan petugas. Selain menaati ketentuan, menyimpan ponsel juga membuat kunjungan terasa lebih utuh.
  • Berdesakan sampai menyakiti orang lain. Mendorong, menyikut, atau menarik jamaah lain demi memperoleh tempat jelas bertentangan dengan tujuan kedatangan itu sendiri.
  • Berlama-lama dengan sengaja. Menahan giliran berarti mengambil kesempatan orang lain yang juga menunggu lama untuk sampai ke sana.
  • Mengeraskan suara. Baik saat berdoa maupun saat berbicara dengan teman seperjalanan, suara yang keras mengganggu kekhusyukan sekitar.
  • Menyalahkan petugas. Mereka bekerja menjaga ketertiban dalam ruang yang sangat sempit; arahan mereka layak diterima dengan sabar.

Bila giliran tidak berjalan seperti harapan

Kadang keadaan tidak sesuai rencana. Sesi yang diperoleh bukan yang diinginkan, ruang terlalu padat, atau waktu terasa berlalu terlalu cepat. Dalam keadaan seperti itu, cara paling menenangkan adalah mengingat bahwa yang dinilai adalah kesungguhan, bukan hasil yang terlihat.

Jamaah yang sudah berlatih ikhlas sejak dari rumah biasanya melewati momen seperti ini dengan jauh lebih ringan. Bagaimana melatihnya kami uraikan pada tulisan menyiapkan hati dan fisik sebelum berkunjung. Sementara itu, adab mengucap salam di dekat makam Rasulullah ﷺ kami bahas pada panduan adab berziarah.

Perlu diingat pula bahwa ketentuan teknis dapat berubah sewaktu-waktu. Sebelum berangkat, periksa kembali keterangan yang ditampilkan aplikasi Nusuk terbaru. Bila Bapak atau Ibu menerima pesan berisi tautan yang mengatasnamakan Nusuk, jangan diklik; ketiklah sendiri alamat resminya di peramban, karena peringatan resmi mengenai tautan palsu semacam itu pernah disampaikan kepada jamaah Indonesia.

Sebuah penutup yang singkat

Kunjungan ke Raudhah hampir selalu terasa lebih pendek daripada perjalanan menuju ke sana. Justru karena itu, yang menentukan bukan berapa lama Bapak dan Ibu berdiri di dalamnya, melainkan seberapa siap hati yang dibawa masuk. Persiapan itulah yang dapat diusahakan sejak hari ini, jauh sebelum koper dikemas.

Biar kami temani sampai hari keberangkatan

Dari menyiapkan akun pengunjung di Nusuk hingga memahami arahan yang muncul di aplikasi, kami dampingi Bapak dan Ibu. Penerbitan izinnya tetap dilakukan Nusuk tanpa pungutan dari pemerintah Arab Saudi; yang kami tawarkan adalah pendampingannya. Gambaran layanannya dapat dilihat di beranda Raudhahku.

Konsultasi Gratis via WhatsApp